Headlines News :

Wartawan Pertanyakan Kinerja Polisi Tangani Kasus Pengeroyokan

Pekanbaru - Pemukulan dua orang wartawan oleh karyawan dan sekuriti UIN Suska Riau terkesan lamban ditangani oleh Polsek Tampan, Pekanbaru. Padahal, kejadian pemukulan mengakibatkan Irwansyah, wartawan koran harian Berita Terkini tidak masuk kerja selama tiga hari itu, terjadi pada Senin 25/8/2014 silam.

Pemukulan tersebut juga telah mengakibatkan wartawan koran Forum Riau, Suryadi, kehilangan data penting di memori card Black Berrynya.

Hal itu diungkapkan pengacara korban, DR Riadi SH MH kepada wartawan, Kamis 18/9/2014 di Pekanbaru. Menurut Riadi, kejadian pemukulan yang dilakukan beramai-ramai di depan umum itu seharusnya telah menyeret sejumlah saksi dan pelaku.

"Bagaimana mungkin prosesnya sampai saat ini belum ada pemanggilan saksi atau tersangka. Padahal pelakunya karyawan tetap di kampus itu. Seharusnya sudah ada tersangka. Apakah ini bukan menunjukkan lambannya kerjaan penyidik,"kata Riadi.

Irwansyah sebagai korban mengatakan sangat heran dengan kinerja penyidik yang menangani kasus pemukulannya itu. Menurutnya, pelaku pengeroyokan secara beramai-ramai itu jelas terjadi di depan umum dan disaksikan oleh banyak orang di TKP, gedung rektorat kampus UIN Suska Riau.

"Dalam BAP, saya telah jelaskan ada tiga orang pelaku pemukulan terhadap saya. Orangnya saya tahu, tapi namanya tidak tahu persis. Yang jelas, dia adalah sekuriti, pegawai rektorat dan satunya lagi panitia lelang proyek yang ruangannya di lantai 5, gedung rektorat. Mereka bergantian memukul saya waktu itu. Dari hasil visum RS Bayangkara Polda Riau, akibat pukulan itu mulut saya berdarah, badan saya mengalami luka lebam. Saya juga sakit selama tiga hari tidak masuk kerja,"terang Irwan.

Sedangkan Suryadi, juga mengalami kerugian data penting yang ada dalam memori card BlackBerry nya. Ia juga terkena pukulan di bagian tengkuk.

"Waktu kejadian saya merekam dengan kamera BB saya. Tapi ada yang merampas BB saya hingga jatuh dan ia ambil kartu memorinya. Di dalam kartu memori itu banyak dokumen penting rekaman suara, video dan poto liputan saya, sangat rahasia juga ada dokumen pribadi,"jelas Suryadi.

Sementara itu, Kapolsek Tampan Suparman Sik kepada wartawan menyatakan, penyidik yang menangani kasus pemukulan wartawan itu sampai Kamis ini telah memanggil sejumlah saksi, salah satunya Roni, salah seorang anggota lelang proyek di UIN Suska Riau.

"Sudah dilakukan pemanggilan saksi. Sampao saat ini ada seorang bernama Roni, menurut korban, Roni adalah panitia lelang, teman pelaku pemukulan,"kata Suparman.

Terpisah, Kepala Bidang hukum PWI Riau Sugiharto SH MH kepada wartawan mengatakan, jika korban merasa proses penanganan kasusnya lambat, maka dapat diajukan dengan membuat surat ke Polda Riau dan Polri atas lambannya kinerja penyidik dalam kasus tersebut.

"Korban bisa buat surat ke Kapolda ditujukan ke Propam Polda Riau, tembusan ke Kapolri ditujukan ke Kadiv Propam dan juga tembusan lainnya seperti Ombudsmen,"jawab Sugiharto.(Red)


Info dan Tulisan anda kirim ke forumriau@tri.blackberry.com (redaksi berhak mengedit tulisan anda tanpa mengurangi maksudnya)

MALAIKAT KECIL

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - MALAIKAT KECILIstriku berkata kepada aku yang sedang baca koran, "Berapa lama lagi kamu baca koran itu? Tolong kamu ke sini dan bantu anak perempuanmu tersayang untuk makan." Aku taruh koran dan melihat anak perempuanku satu2nya, namanya Lala tampak ketakutan, air matanya banjir di depannya ada semangkuk nasi berisi nasi susu asam/yogurt (curd rice). Lala anak yang manis dan termasuk pintar dalam usianya yang baru 8 tahun. Dia sangat tidak suka makan curd rice ini. Ibuku dan istriku masih kuno, mereka percaya sekali kalau makan curd rice ada “cooling effect” (menurunkan panas dalam). Aku mengambil mangkok dan berkata, "Lala sayang, demi Papa, maukah kamu makan beberapa sendok curd rice ini? Kalau tidak, nanti Mamamu akan teriak2 sama Papa." Aku bisa merasakan istriku cemberut di belakang punggungku. Tangis Lala mereda dan ia menghapus air mata dengan tangannya, dan berkata “Papa, aku akan makan curd rice ini tidak hanya beberapa sendok tapi semuanya akan aku habiskan, tapi ada yang aku mau minta....” agak ragu2 sejenak “aku mau minta sesuatu sama Papa bila habis semua nasinya. Apakah Papa mau berjanji memenuhi permintaanku?” Aku menjawab “Oh pasti, sayang.” Lala tanya sekali lagi, “Betul nih Papa ?” “Iya, pasti," sambil menggenggam tangan anakku yang kemerah mudaan dan lembut sebagai tanda setuju. Lala juga mendesak Mamanya untuk janji hal yang sama, istriku menepuk tangan Lala yang merengek sambil berkata tanpa emosi, "Janji," kata istriku. Ak....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Pemukulan Wartawan Lamban Diproses, Pengacara Pertanyakan Kinerja Polisi

Pekanbaru - Pemukulan dua orang wartawan oleh karyawan dan sekuriti UIN Suska Riau terkesan lamban ditangani oleh Polsek Tampan, Pekanbaru.

Padahal, kejadian pemukulan mengakibatkan Irwansyah, wartawan koran harian Berita Terkini tidak masuk kerja selama tiga hari itu, terjadi pada Senin 25/8/2014 silam.

Pemukulan tersebut juga telah mengakibatkan wartawan koran Forum Riau, Suryadi, kehilangan data penting di memori card Black Berrynya.

Hal itu diungkapkan pengacara korban, DR Riadi SH MH kepada wartawan, Kamis 18/9/2014 di Pekanbaru. Menurut Riadi, kejadian pemukulan yang dilakukan beramai-ramai di depan umum itu seharusnya telah menyeret sejumlah saksi dan pelaku.

"Bagaimana mungkin prosesnya sampai saat ini belum ada pemanggilan saksi atau tersangka. Padahal pelakunya karyawan tetap di kampus itu. Seharusnya sudah ada tersangka. Apakah ini bukan menunjukkan lambannya kerjaan penyidik,"kata Riadi.

Irwansyah sebagai korban mengatakan sangat heran dengan kinerja penyidik yang menangani kasus pemukulannya itu. Menurutnya, pelaku pengeroyokan secara beramai-ramai itu jelas terjadi di depan umum dan disaksikan oleh banyak orang di TKP, gedung rektorat kampus UIN Suska Riau.

"Dalam BAP, saya telah jelaskan ada tiga orang pelaku pemukulan terhadap saya. Orangnya saya tahu, tapi namanya tidak tahu persis. Yang jelas, dia adalah sekuriti, pegawai rektorat dan satunya lagi panitia lelang proyek yang ruangannya di lantai 5, gedung rektorat. Mereka bergantian memukul saya waktu itu. Dari hasil visum RS Bayangkara Polda Riau, akibat pukulan itu mulut saya berdarah, badan saya mengalami luka lebam. Saya juga sakit selama tiga hari tidak masuk kerja,"terang Irwan.

Sedangkan Suryadi, juga mengalami kerugian data penting yang ada dalam memori card BlackBerry nya. Ia juga terkena pukulan di bagian tengkuk.

"Waktu kejadian saya merekam dengan kamera BB saya. Tapi ada yang merampas BB saya hingga jatuh dan ia ambil kartu memorinya. Di dalam kartu memori itu banyak dokumen penting rekaman suara, video dan poto liputan saya, sangat rahasia juga ada dokumen pribadi,"jelas Suryadi.

Sementara itu, Kapolsek Tampan Suparman Sik kepada wartawan menyatakan, penyidik yang menangani kasus pemukulan wartawan itu sampai Kamis ini telah memanggil sejumlah saksi, salah satunya Roni, salah seorang anggota lelang proyek di UIN Suska Riau.

"Sudah dilakukan pemanggilan saksi. Sampao saat ini ada seorang bernama Roni, menurut korban, Roni adalah panitia lelang, teman pelaku pemukulan,"kata Suparman.

Terpisah, Kepala Bidang hukum PWI Riau Sugiharto SH MH kepada wartawan mengatakan, jika korban merasa proses penanganan kasusnya lambat, maka dapat diajukan dengan membuat surat ke Polda Riau dan Polri atas lambannya kinerja penyidik dalam kasus tersebut.

"Korban bisa buat surat ke Kapolda ditujukan ke Propam Polda Riau, tembusan ke Kapolri ditujukan ke Kadiv Propam dan juga tembusan lainnya seperti Ombudsmen,"jawab Sugiharto.(Red)


Info dan Tulisan anda kirim ke forumriau@tri.blackberry.com (redaksi berhak mengedit tulisan anda tanpa mengurangi maksudnya)

GRATIS SEPANJANG MASA

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - GRATIS SEPANJANG MASASuatu sore, seorang anak menghampiri ibunya di dapur. Ia menyerahkan selembar kertas yang telah ditulisinya. Setelah sang ibu mengeringkan tangannya dengan celemek. Ia pun membaca tulisan itu dan inilah isinya: Untuk memotong rumput Rp. 5000 Untuk membersihkan kamar tidur minggu ini Rp. 5000 Untuk pergi ke toko disuruh ibu Rp. 3000 Untuk menjaga adik waktu ibu belanja Rp. 5000 Untuk membuang sampah Rp. 1000 Untuk nilai yang bagus Rp. 3000 Untuk membersihkan dan menyapu halaman Rp. 3000 Jadi jumlah utang ibu adalah Rp. 25000 Sang ibu memandangi anaknya dengan penuh harap. Berbagai kenangan terlintas dalam benak sang ibu. Lalu ia mengambil pulpen, membalikkan kertasnya. Dan inilah yang ia tuliskan: Untuk sembilan bulan ibu mengandung kamu, gratis Untuk semua malam ibu menemani kamu, gratis Untuk membawamu ke dokter dan mengobati saat kamu sakit, serta mendoakan kamu, gratis Untuk semua saat susah dan air mata dalam mengurus kamu, gratis Kalau dijumlahkan semua, harga cinta ibu adalah gratis Untuk semua mainan, makanan, dan baju, gratis Anakku… dan kalau kamu menjumlahkan semuanya, Akan kau dapati bahwa harga cinta ibu adalah GRATIS Seusai membaca apa yang ditulis ibunya, sang anak pun berlinang air mata dan menatap wajah ibunya, dan berkata: “Bu, aku sayang sekali sama ibu” ia kemudian mendekap ibunya. Sang ibu tersenyum sambil mencium rambut buah hatinya.”Ibupun sayang kamu nak” kata sang ibu. Kemudian sang anak mengambil pulpen dan menulis sebuah ....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Pemukulan Wartawan Lamban Diproses, Pengacara Ajukan Somasi

Pekanbaru - Pemukulan dua orang wartawan oleh karyawan dan sekuriti UIN Suska Riau terkesan lamban ditangani oleh Polsek Tampan, Pekanbaru. Padahal, kejadian pemukulan mengakibatkan Irwansyah, wartawan koran harian Berita Terkini tidak masuk kerja selama tiga hari itu, terjadi pada Senin 25/8/2014 silam.

Pemukulan tersebut juga telah mengakibatkan wartawan koran Forum Riau, Suryadi, kehilangan data penting di memori card Black Berrynya.

Hal itu diungkapkan pengacara korban, DR Riadi SH MH kepada wartawan, Kamis 18/9/2014 di Pekanbaru. Menurut Riadi, kejadian pemukulan yang dilakukan beramai-ramai di depan umum itu seharusnya telah menyeret sejumlah saksi dan pelaku.

"Bagaimana mungkin prosesnya sampai saat ini belum ada pemanggilan saksi atau tersangka. Padahal pelakunya karyawan tetap di kampus itu. Seharusnya sudah ada tersangka. Apakah ini bukan menunjukkan lambannya kerjaan penyidik,"kata Riadi.

Irwansyah sebagai korban mengatakan sangat heran dengan kinerja penyidik yang menangani kasus pemukulannya itu. Menurutnya, pelaku pengeroyokan secara beramai-ramai itu jelas terjadi di depan umum dan disaksikan oleh banyak orang di TKP, gedung rektorat kampus UIN Suska Riau.

"Dalam BAP, saya telah jelaskan ada tiga orang pelaku pemukulan terhadap saya. Orangnya saya tahu, tapi namanya tidak tahu persis. Yang jelas, dia adalah sekuriti, pegawai rektorat dan satunya lagi panitia lelang proyek yang ruangannya di lantai 5, gedung rektorat. Mereka bergantian memukul saya waktu itu. Dari hasil visum RS Bayangkara Polda Riau, akibat pukulan itu mulut saya berdarah, badan saya mengalami luka lebam. Saya juga sakit selama tiga hari tidak masuk kerja,"terang Irwan.

Sedangkan Suryadi, juga mengalami kerugian data penting yang ada dalam memori card BlackBerry nya. Ia juga terkena pukulan di bagian tengkuk.

"Waktu kejadian saya merekam dengan kamera BB saya. Tapi ada yang merampas BB saya hingga jatuh dan ia ambil kartu memorinya. Di dalam kartu memori itu banyak dokumen penting rekaman suara, video dan poto liputan saya, sangat rahasia juga ada dokumen pribadi,"jelas Suryadi.

Sementara itu, Kapolsek Tampan Suparman Sik kepada wartawan menyatakan, penyidik yang menangani kasus pemukulan wartawan itu sampai Kamis ini telah memanggil sejumlah saksi, salah satunya Roni, salah seorang anggota lelang proyek di UIN Suska Riau.

"Sudah dilakukan pemanggilan saksi. Sampao saat ini ada seorang bernama Roni, menurut korban, Roni adalah panitia lelang, teman pelaku pemukulan,"kata Suparman.

Terpisah, Kepala Bidang hukum PWI Riau Sugiharto SH MH kepada wartawan mengatakan, jika korban merasa proses penanganan kasusnya lambat, maka dapat diajukan dengan membuat surat ke Polda Riau dan Polri atas lambannya kinerja penyidik dalam kasus tersebut.

"Korban bisa buat surat ke Kapolda ditujukan ke Propam Polda Riau, tembusan ke Kapolri ditujukan ke Kadiv Propam dan juga tembusan lainnya seperti Ombudsmen,"jawab Sugiharto.(Red)


Info dan Tulisan anda kirim ke forumriau@tri.blackberry.com (redaksi berhak mengedit tulisan anda tanpa mengurangi maksudnya)

Pekanbaru - Pemukulan dua orang wartawan oleh karyawan dan sekuriti UIN Suska Riau terkesan lamban ditangani oleh Polsek Tampan, Pekanbaru. Padahal, kejadian pemukulan mengakibatkan Irwansyah, wartawan koran harian Berita Terkini tidak masuk kerja selama tiga hari itu, terjadi pada Senin 25/8/2014 silam.

Pemukulan tersebut juga telah mengakibatkan wartawan koran Forum Riau, Suryadi, kehilangan data penting di memori card Black Berrynya.

Hal itu diungkapkan pengacara korban, DR Riadi SH MH kepada wartawan, Kamis 18/9/2014 di Pekanbaru. Menurut Riadi, kejadian pemukulan yang dilakukan beramai-ramai di depan umum itu seharusnya telah menyeret sejumlah saksi dan pelaku.

"Bagaimana mungkin prosesnya sampai saat ini belum ada pemanggilan saksi atau tersangka. Padahal pelakunya karyawan tetap di kampus itu. Seharusnya sudah ada tersangka. Apakah ini bukan menunjukkan lambannya kerjaan penyidik,"kata Riadi.

Irwansyah sebagai korban mengatakan sangat heran dengan kinerja penyidik yang menangani kasus pemukulannya itu. Menurutnya, pelaku pengeroyokan secara beramai-ramai itu jelas terjadi di depan umum dan disaksikan oleh banyak orang di TKP, gedung rektorat kampus UIN Suska Riau.

"Dalam BAP, saya telah jelaskan ada tiga orang pelaku pemukulan terhadap saya. Orangnya saya tahu, tapi namanya tidak tahu persis. Yang jelas, dia adalah sekuriti, pegawai rektorat dan satunya lagi panitia lelang proyek yang ruangannya di lantai 5, gedung rektorat. Mereka bergantian memukul saya waktu itu. Dari hasil visum RS Bayangkara Polda Riau, akibat pukulan itu mulut saya berdarah, badan saya mengalami luka lebam. Saya juga sakit selama tiga hari tidak masuk kerja,"terang Irwan.

Sedangkan Suryadi, juga mengalami kerugian data penting yang ada dalam memori card BlackBerry nya. Ia juga terkena pukulan di bagian tengkuk.

"Waktu kejadian saya merekam dengan kamera BB saya. Tapi ada yang merampas BB saya hingga jatuh dan ia ambil kartu memorinya. Di dalam kartu memori itu banyak dokumen penting rekaman suara, video dan poto liputan saya, sangat rahasia juga ada dokumen pribadi,"jelas Suryadi.

Sementara itu, Kapolsek Tampan Suparman Sik kepada wartawan menyatakan, penyidik yang menangani kasus pemukulan wartawan itu sampai Kamis ini telah memanggil sejumlah saksi, salah satunya Roni, salah seorang anggota lelang proyek di UIN Suska Riau.

"Sudah dilakukan pemanggilan saksi. Sampao saat ini ada seorang bernama Roni, menurut korban, Roni adalah panitia lelang, teman pelaku pemukulan,"kata Suparman.

Terpisah, Kepala Bidang hukum PWI Riau Sugiharto SH MH kepada wartawan mengatakan, jika korban merasa proses penanganan kasusnya lambat, maka dapat diajukan dengan membuat surat ke Polda Riau dan Polri atas lambannya kinerja penyidik dalam kasus tersebut.

"Korban bisa buat surat ke Kapolda ditujukan ke Propam Polda Riau, tembusan ke Kapolri ditujukan ke Kadiv Propam dan juga tembusan lainnya seperti Ombudsmen,"jawab Sugiharto.(Red)


Info dan Tulisan anda kirim ke forumriau@tri.blackberry.com (redaksi berhak mengedit tulisan anda tanpa mengurangi maksudnya)

KEBAHAGIAAN DALAM MEMBERI

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - KEBAHAGIAAN DALAM MEMBERISuatu sore, seorang mahasiswa berjalan bersama rekannya. Ketika mereka melihat sepasang sepatu butut di tepi jalan. Mereka yakin sepatu tersebut milik seorang pekerja rendahan yang bekerja dihutan. Sang mahasiswa berpaling pada rekannya seraya berkata, "Bagaimana kalau kita sembunyikan sepatunya,lalu kita bersembunyi dibalik semak-semak dan melihat apa yang terjadi kemudian." Rekannya itu menjawab, "Sobatku, kita tidak seharusnya bersenang2 dengan mengorbankan orang miskin. Engkau dapat melakukan sesuatu yang lebih baik, dan itu akan mendatangkan kesenangan besar dalam dirimu. Caranya adalah memasukkan uang kedalam kedua sepatu bututnya. Setelah itu kita bersembunyi untuk melihat reaksi orang tersebut." Mahasiswa itu pun melakukan apa yg dikatakan rekannya,lalu mereka bersembunyi di balik semak2. Tak lama kemudian, si empunya sepatu keluar dari hutan dan bergegas mengambil sepatunya. Ketika memasukkan salah satu kakinya,ia merasakan ada benda yg mengganjal. Ia pun merogoh ke dalam sepatu. Ia nampak terkejut dan terheran karena ada uang dalam sepatunya. Ia memegang sambil menatap uang tersebut, lalu melihat ke sekeliling apakah ada org di sekitarnya. Tapi,ia tidak melihat seorangpun disana. Lalu ia memasukkan uang tersebut kekantongnya,sambil memasang sepatu lainnya. Tapi,lagi2 ia terkejut karena ada uang dalam sepatunya yang satu lagi. Perasaan haru menguasainya, ia jatuh tersungkur dan menengadah ke atas. Doa ucapan syukur terdengar jelas dari mulutnya. Ia berbicara mengenai istrinya yang sakit, serta anaknya yang kelaparan karena tak ada uang. Ia bersyukur atas kemurahan yg Tuhan berikan melalui orang yg ia tidak ketahui. Melihat hal itu,sang mahasiswa meneteskan airmata dan sangat terharu. Ia berpaling pada rekannya seraya berkata,"kau telah memberiku pelajaran yang tak kan kulupakan. Kini aku mengerti bahwa lebih berbahagia memberi daripada menerima". ....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

BANTAL

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - BANTALOh, betapa nikmatnya,.bahwa aku masih memiliki sebuah bantal yang bisa membantu serta menemaniku untuk menciptakan mimpi di malam hari! Setiap malam tiba, aku mengebas bantalku, menempatkannya dalam posisi yang enak buat menyanggah kepalaku untuk beristirahat, untuk berziarah menjelajahi segala kemungkinan di dunia mimpi. Di siang hari, mungkin aku harus berhadapan dengan sejuta kekecewaan, sejuta kegagalan. Mungkin aku harus berhadapan dengan pengalaman yang membuatku seakan tak mampu berdiri dan bergerak maju. Mungkin aku harus berhadapan dengan orang yang memandangku dengan sorotan mata dingin. Mungkin karena salah paham, saya harus menerima penilaian yang tidak adil menurut pertimbanganku. Mungkin sepanjang hari aku diselimuti oleh sejuta kesibukan yang aku sendiri tak tahu mengapa dan untuk apa aku begitu sibuk, hingga seluruh badanku penat menanti liang lahat. Mungkin aku ditinggal sendiri ketika sebuah beban berat datang menindih. Namun, .. Puji Tuhan!!! Sekurang-kurangnya aku masih memiliki sebuah bantal untuk dipeluk. Bantalku.... Ia menyimpan semua rahasia mimpiku untuk dunia masa datang. Ia secara tabah dan setia mendampingiku saat kemelut bathin datang mencekam. Ia rela menampung semua butir air mataku yang pernah bergulir jatuh. Ia seakan tangan Veronika yang penuh kasih, mengeringkan air mata yang masih tersisa di pipiku. Ia begitu tenang tanpa kata, ia setia menerimaku apa adaku untuk secara tenang dan nyaman memberikan seluruh diri untuk beristirahat di mal....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

DUA BUAH EMBER

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - DUA BUAH EMBERDua buah ember di tepi sebuah perigi. Tak dapat dipastikan sudah berapa banyak air yang telah mengisi kedua ember itu. Namun selalu saja kedua ember tersebut pada akhirnya harus menjadi kosong, dan akan dibawa lagi ke tepi perigi ini untuk diisi air. “Engkau nampak murung kurang bergembira hari ini. Apa gerangan yang telah menggerogoti bathinmu?” Tanya satu di antaranya kepada ember yang lain yang berada di sampingnya. “Oh nasib...nasib!! Sungguh suatu pekerjaan yang sia-sia tanpa arti. Setiap hari saya selalu mengulangi pekerjaan yang sama, yakni datang ke perigi ini untuk diisi dengan air hingga penuh. Namun setelah itu saya akan menjadi kosong lagi dan harus datang lagi ke tempat ini. Sungguh membosankan!!” Keluh ember yang ditanya. “Oh...begitu!!” Sahut ember yang pertama. “Tapi aku tak pernah berpikir demikian. Sebaliknya, setiap kali setelah tiba di tepi perigi ini, saya akan selalu dengan penuh gembira berkata; Dalam kehampaan aku datang, namun dalam kelimpahan aku meninggalkan tempat ini. Sungguh suatu kebahagiaan yang luar biasa.¡¨ Kita mungkin perlu mengubah sudut pandangan, agar bisa melihat rutinitas hidup harian kita secara baru, serta memberikan arti rohani yang baru pula pada apa yang nampaknya biasa-biasa saja. ....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

SI TOKEK

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - SI TOKEKPada suatu hari ada seorang petani yang bingung. Ia mempunyai sepetak lahan, ia berpikir apakah ladang tersebut akan ia tanami melon atau semangka. Tiba-tiba, “tokeeeeeek..!” Tokek yang bersarang di plafon atap rumahnya itu berbunyi. Dengan sigap, petani itu berseru “Meloon!”. Tokek itu berbunyi lagi, “Tokeeeek..!” Petani itupun berseru lagi “Semangkaa..”. Dan begitu seterusnya beberapa kali hingga tokek tersebut berhenti berbunyi. Kata terakhir yang diserukan petani tersebut adalah “melon”, maka petani itu pun memutuskan untuk menanam melon di ladang. Beberapa bulan berlalu dan ternyata melonnya tumbuh subur. Sangat berbeda dengan tetangganya yang menanam semangka. Semangka tetangganya tersebut hampir semuanya gagal panen tanpa ada sebab yang jelas. “Tokek itu simbol keberuntunganku.” Gumam petani. Sore harinya, seorang pedagang melon datang ke rumah petani tersebut. Ia menawarkan diri untuk membeli semua hasil panen melon di atas harga pasar. Padahal di sisi lain, petani itu sudah berencana menjual melon ke KUD. “Mmm.. dijual ke orang itu tidak ya??” tiba-tiba tokek itu berbunyi lagi “tokeeek..!” Sekonyong-konyong petani itu berseru “Ya..!” ; Tokek itupun berbunyi lagi “tokeeek..!” Petanipun berseru lagi “tidaak..!” Dan begitu seterusnya beberapa kali hingga tokek tersebut berhenti berbunyi. Kata terakhir yang diserukan petani tersebut adalah “tidak”. Maka petani itu menolak menjual melonnya pada pedagang itu, dan lebih mem....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
 

Ingat 9 April 2014

Ingat 9 April 2014
DPRD Riau
Modified By Arif
Copyright © 2014. RIAUHOT.COM - All Rights Reserved
Redaksi
Publisher by Riauhot.com \