Headlines News :

Suara Turun 2 Dijit, Suryadharma Ali Tak Jawab Desakan DPW PPP

Pekanbaru - Kisruh partai berlambang Kabah, datang dari 26 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) meminta Ketum Suryadharma Ali turun dari jabatannya, hanya sebatas klarifikasi dari DPW.

Menurut Ketua DPW PPP Riau Azis Zaenal kepada media, PPP Riau tidak termasuk dalam meminta atau rekomendasi salah satu DPW yang meminta Suryadharma Ali mundur.

"DPW PPP Riau juga hadir di pertemuan itu. Tapi kita hanya sebatas klarifikasi saja, bukan merekomendasikan Ketua Umum mundur,"kata Azis ke riauhot, Rabu 16/4/2014 di DPRD Riau.

Klarifikasi itu datang dari 26 DPW yang menyatakan tindakan Ketum PPP yang akrab disebut SDA itu telah melanggar komitmen partai dalam melakukan kampanye.

"Semua kita hanya minta klarifikasi soal orasi pak SDA dalam apel akbar Gerindra pada 5 April 2014 itu. Ketentuan partai sendiri yang dibuat SDA selaku Ketum PPP telah menetapkan tidak diperbolehkannya kader melakukan kampanye dan orasi bersama partai lain. Malah Ketum sendiri yang membuatnya. Ini yang jadi pertanyaan DPW di Jakarta,"kata Azis.

Kader PPP mengakui aksi orasi SDA di kampanye Akbar Gerindra itu jadi pengaruh pada suara partainya. Hasil survei internal partai PPP telah mendapatkan perolehan suara PPP seharusnya di angka 9 persen, jadi turun dua dijit ke angka 7 persen.

"Semua DPW tahu, hasil survei internal partai kita sebelum Pemilu legislatif, mendapatkan angka 9 persen dari suara nasional. Setelah hasil Quick Count, DPW menilai penurunan suara dipengaruhi aksi orasi SDA bersama Gerindra itu. Jadi DPW hanya meminta klarifikasi Ketum ke Jakarta,"beber Azis.

Desakan itu, kata Azis, sampai saat ini belum dijawab oleh SDA yang saat ini didesak oleh 26 DPW PPP dari sejumlah provinsi pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan seperti Jabar, Jatim, Jateng Sumsel, Sulsel, Kalimantan, Riau dan daerah lainnya.(Riauhot/*18)
Dikirim melalui BlackBerry® dari 3 – Jaringan GSM-Mu

Money Politik Marak, Dewan Sesalkan Kinerja Bawaslu

Pekanbaru - Sejumlah pelanggaran Pemilu legislatif yang diproses oleh Bawaslu dinilai sangat sedikit. Hal ini menjadi preseden buruk dimata publik dan politik. DPRD Riau menilai Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) belum mampu memproses pelanggaran Pemilu Pileg periode 9 April 2014 ini.

Kejadian politik uang yang umum dilakukan caleg atau tim suksesnya dinilai sangat menciderai demokrasi.

Hal itu dikatakan oleh anggota DPRD Riau Zulkarnain kepada media, Rabu 16/4/2014 di DPRD Riau.

Menurutnya, prilaku politik uang akan tetap marak terjadi jika penegakan hukum tidak dilakukan terhadap pelaku politik uang.

"Maraknya pelaku money politik Pemilu tahun ini akibat dari tidak ditegakkannya hukum oleh Bawaslu pada tahun politik sebelumnya. Jadi saat ini akan berimbas pada perilaku politik tahun-tahun berikutnya,"kata Zulkarnain.

Sebagai anggoya dewan yang juga Caleg DPDRI, Zulkarnain sangat menyayangkan kinerja Bawaslu yang sibuk dengan penertiban baliho Caleg di jalanan.

"Bawaslu harus melakukan penegakkan hukum yang mendasar. Seperti politik uang, ini sangat perlu diberantas. Karena pelanggaran politik uang merupakan kejahatan demokrasi yang sangat tinggi. Dapat merubah pilihan orang lain akibat disuguhi uang yang tidak lain adalah budaya suap bibit dari prilaku korupsi. Jangan sibuk dengan hal yang kecil seperti penertiban baliho atau iklan caleg,"kata Zulkarnain.

Menjawab alasan Bawaslu mengatakan pelanggaran tidak dapat diproses akibat kurangnya bukti, menurut Zulkarnain sangat jauh dari fakta laporan yang telah dimasukkan sejumlah kalangan.

"Sampai kini, kasus-kasus pelanggaran Pemilu Pileg 9 April 2014 di Riau cukup banyak dilaporkan masyarakat ke Bawaslu, Panwaslu, tapi sangat sedikit diproses hingga jalur hukum pidana yang dapat jadi efek jera untuk kemudian hari,"kata Zulkarnain

Sebagai Sarjana Hukum, Zulkarnain berharap Bawaslu Riau melanjutkan kasus yang sudah dilaporkan dan diproses hingga jalur hukum sesuai UU yang berlaku.

"Jika kinerja Bawaslu tuntas memproses kasus yang masuk, akan bermanfaat untuk melahirkan Pemilu bersih dan pemimpin yang memiliki integritas dan kualitas kedepannya,"tutup Zulkarnain.
Dikirim melalui BlackBerry® dari 3 – Jaringan GSM-Mu

Golput Tak Pengaruhi PSU

Pekanbaru - Angka Golput dan jumlah partisipasi PSU di 43 TPS se Riau belum masuk laporan ke KPU Provinsi Riau. Begitu juga ke KPU kabupaten/kota. Hal senada juga dinyatakan oleh Bawaslu Riau dan Panwaslu kabupaten/kota.

Dari pantauan Bawaslu Riau di 3 TPS Pelalawan, telah dilakukan PSU tanpa kendala. Sementara, untuk jumlah partisipasi pemilih PSU di semua TPS itu juga belum diterima oleh KPU Riau.

"Sementara ini, jumlah partisipasi belum kami terima. Karena rekap suara masih berjalan di semua TPS yang melakukan PSU,"kata Ketua KPU Riau Nurhamin saat dihubungi riauhot, Selasa 15/4/2014.

Menurut Nurhamin, kemungkinan partisipasi pemilih masih tinggi dalam PSU ini dapat diketahui setelah rekap semua suara dari petugas PPS dari semua TPS.

"Untuk menentukan jumlah partisipasi pemilih, hanya dapat dilakukan jika semua rekap dari petugas dari semua TPS. Rekap awal itu masuk ke KPU daerah,"kata Nurhamin.

Sementara, angota KPU Kota Pekanbaru Arwin ke riauhot mengatakan, dari 30 TPS yang melakukan PSU di Pekanbaru diperkirakan rekapnya masih di KPPS hingga Selasa sore. Jumlah DPT dari 30 TPS itu sekitar 10.000 lebih.

"Tapi sampai sore ini data partisipasi pemilih masih belum dapat kita laporkan. Karena petugas rekapitulasi suara masih di tingkat KPPS,"kata Arwin.

Menjawab apakah ada aturan KPU agar kembali dilakukan pemilihan jika jumlah partisipasi pemilih PSU kurang dari 50 persen, menurut Arwin tidak ada dan tetap berlanjut menjadi rekap resmi perolehan suara.

"Belum ada aturan soal pengulangan kembali jika jumlah partisipasi kurang dari 50 persen di PSU. Berapa partisipasi pemilih dalam PSU, itu lah hasilnya yang akan ditambahkan ke jumlah suara sebelumnya. Karena PSU dilakukan akibat kesalahan yang bersifat admin saja, seperti surat suara tertukar atau surat suara tidak ada di TPS nya,"tutup Arwin.(Riauhot/*18)
Dikirim melalui BlackBerry® dari 3 – Jaringan GSM-Mu
Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - ....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - ....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

PSU 43 TPS di Riau Serentak Hari Ini

PEKANBARU - KPU Riau mengumumkan Pemilihan Suara Ulang (PSU) di 43 TPS se Riau. PSU 43 TPS itu dilakukan pada Selasa 15/4/2014 ini serentak. 43 TPS itu terdiri dari 6 TPS di Kuansing, 3 TPS di Pelalawan, 30 TPS di Pekanbaru, 2 TPS di Siak dan 2 TPS di Bengkalis.

Demikian dikatakan oleh anggota KPU Riau Sri Rukmini kepada media, Senin 14/4/2014 di Pekanbaru. Menurutnya, pelanggaran secara teknis merupakan faktor yang menyebabkan PSU harus dilakukan di 43 TPS di Riau.

Namun, PSU dilakukan bukan untuk semua surat suara. Hanya untuk surat suara yang terkendala saja seperti untuk Caleg DPD yang tidak ada sama sekali di 30 TPS, daerah Kota Pekanbaru di Kecamatan Marpoyan Damai.

"Faktor teknis yang salah itu antaranya adalah kesalahan surat suara, kesalahannya terjadi surat suaranya bertukar dengan Dapil lain bahkan tidak ada surat suara untuk DPD RI di sejumlah TPS. Sedangkan kesalahan Money Politik, itu sifatnya personal yang ditangani dan diproses oleh Sentra Gakumdu oleh Panwaslu,"ungkap Sri.

Sementara itu, Anggota Komisioner KPU Riau Ilham mengatakan, dari hasil pleno KPU daerah dan dilanjutkan dengan pleno KPU Riau, disepakati pelaksanaan PSU dianjurkan melakukannya serentak untuk semua TPS yang harus PSU tersebut.

"Pertimbangannya adalah soal logistik. Jika logistiknya sudah siap dari KPU, maka akan segera dilakukan PSU. Rekomendasi Pleno KPU Riau diminta PSU itu pada 15 Arpil 2014 mendatang. Sampai hari ini, kita telah siapkan semua logistik untuk PSU pada Selasa 15/4/2014,"tutup Ilham.(Riauhot/*18)
Dikirim melalui BlackBerry® dari 3 – Jaringan GSM-Mu
Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - ....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Pelatihan Frontliner BPJS 2014 Sukses di Riau

Pekanbaru - Untuk meningkatkan pelayanan publik dalam program BPJS, maka dilakukan pelatihan terhadap karyawan BPJS di Riau. Pelatihan ini pertama kalinya dilakukan oleh BPJS Riau dan dihadiri oleh Fahmi Idris selaku direktur BPJS.

Kegiatan Pedindikan Pelatihan Frontliner BPJS Kesehatan Tahun 2014
dilaksanakan mulail10 -13 april di
hotel pangeran di ikuti 80 peserta.

"Pelatihan ini untuk karyawan dan kariyawati BPJS agar mereka dibekali ilmu pelayanan yang lebih
baik dan lebih mengutamakan masyarakat yang membutuhkan. Pendidikan ini pertama kalinya dilakukan di Riau di tahun 2014 ini,"kata Idris.

Sebanyak 80 peserta pelatihan itu masing masing dibagi menjadi lima kelas. Sedangkan Minggu 13/4/2014 malam, merupakan kegiatan penutupan dihadiri Direktur Utama beserta jajarannya dan peserta pelatihan BPJS yang hadir dari wilayah reginal Sumatra dan sekitarnya.

Dalam sambutan penutupan itu, Fahmi Idris mengatakan, karyawan BPJS harus bisa bekerja di suasana apapun untuk kepentingan publik.

"Karena tugas yang tidak mudah ini harus bisa kerja keras dan BPJS harus lebih baik dari PT Askes. Kita harus membuang jauh-jauh pikiran kita bahwa P Askes lebih baik dari BPJS. Karena prestasi PT Askes itu adalah prestasi dari rekan-rekan anggota BPJS yang sekarang,"kata Fahmi disambut tepuk tangan peserta.(robi/rhc)
Dikirim melalui BlackBerry® dari 3 – Jaringan GSM-Mu
Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - ....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - ....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
 

Ingat 9 April 2014

Ingat 9 April 2014
DPRD Riau
Modified By Arif
Copyright © 2014. RIAUHOT.COM - All Rights Reserved
Redaksi
Publisher by Riauhot.com \